Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Sabtu, 26 Oktober 2013

8Agt

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang
tidak layak untuk Kerajaan Allah."

(1Kor 2:1-10a; Luk 9:57-62)

" Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka,
berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut
Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala
mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak
mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada
seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku
pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya:
"Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah
dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi
berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku
pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang
yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk
Kerajaan Allah." (Luk 9:57-62), demikian kutipan Warta Gembira hari
ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta
St.Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah, imam, hari ini saya sampaikan
catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Orang yang sedang membajak tanah pada umumnya senantiasa memandang
ke depan seraya mengendalikan binatang penarik bajak atau mesin
pembajak. Buah pembajakannya adalah kesiap-sediaan tanah untuk
ditanami padi, yang kemudian akan tumbuh berkembang serta menghasilkan
bulir-bulir pada sebagai bahan makanan yang sangat dibutuhkan oleh
umat manusia. Sebagai orang beriman, khususnya yang beriman kepada
Yesus Kristus, kita semua dipanggil untuk senantiasa menatap ke depan
seraya melaksanakan sabda-sabda/firman-firman atau kehendak Tuhan.
St.Dominikus yang kita kenangkan pada hari ini adalah pengkotbah sabda
Tuhan yang ulung, pekerja keras dalam mewartakan Kabar Baik, maka
marilah kita meneladannya dengan senantiasa melakukan atau mewartakan
apa yang baik dalam cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun dan
kapan pun. Tentu saja kita juga diajak untuk senantiasa setiap hari
menimba apa-apa yang baik sebagaimana tertulis didalam Kitab Suci,
dengan kata lain hendaknya setiap hari senantiasa disediakan waktu
khusus untuk membaca dan merenungkan serta mencecap dalam-dalam sabda
Tuhan sebagaimana tertulis didalam Kitab Suci. Sabda Tuhan yang telah
kita cecap dalam-dalam serta menjiwai cara hidup dan cara bertindak
kita kemudian kita teruskan atau bagikan kepada saudara-saudari kita.
Kita semua kiranya berharap agar kehidupan bersama kita senantiasa
dirajai dan dikuasai oleh Tuhan, maka hendaknya kita senantiasa
membuka diri, hati, jiwa dan akal budi terhadap sabda Tuhan. Biarlah
sabda Tuhan mendidik dan membina diri kita sehingga dimana pun dan
kapan pun kita senantiasa melaksanakan kehendak atau sabdaNya.

·   "Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di
antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.Aku juga
telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan
gentar.Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan
kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan
kekuatan Roh,supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia,
tetapi pada kekuatan Allah" (1Kor 2:2-5). Apa yang dikatakan oleh
Paulus kepada umat di Korintus ini kiranya baik kita renungkan secara
mendalam. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita
diingatkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh mengenal Yesus
Kristus, sehingga menjadi sahabat-sahabatNya. Salah satu cara untuk
itu tidak lain adalah sering membaca, merenungkan dan mencecap
dalam-dalam perihal Yesus Kristus, ajaran dan cara bertindakNya,
sebagaimana diwartakan di dalam Kitab Suci. Apa yang tertulis di dalam
Kitab Suci pertama-tama untuk dibacakan dan didengarkan, dan ketika
kita memiliki hati, jiwa dan akal budi yang terbuka ketika
mendengarkan sabda Tuhan, kita pasti akan semakin mengenalNya. Ketika
kita mengenalNya dan menjadi sahabat-sahabatNya mau tak mau kita akan
tergerak untuk meneladan cara hidup dan cara bertindakNya. Cirikhas
cara hidup dan cara bertindakNya adalah senantiasa menyelamatkan jiwa
manusia dengan memberi ajaran atau tuntunan atau berbuat baik kepada
orang yang membutuhkan. Tanda bahwa kita sungguh mengenal Yesus
Kristus memang dapat dilihat apakah cara hidup dan cara bertindak kita
senantiasa menyelamatkan jiwa manusia. Keselamatan jiwa manusia
hendaknya menjadi tolok ukur atau barometer keberhasilan semua usaha
atau pekerjaan kita, bukan harta benda atau uang.

"Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung
batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan
nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Sebab
TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala
allah."

 (Mzm 95:1-3)

Ign 8 Agustus 2013. "SELAMAT IDUL FITRI",maaf lahir dan batin.

0 komentar: