Fans Page Facebook http://imankatolik.or.id

imankatolik.or.id on Facebook

Sabtu, 26 Oktober 2013

9Juli

"Yesus berkeliling ke semua kota dan desa"

(Kej  32:22-32; Mat 9:32-38)

" Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang
bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah
orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya:
"Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang
Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar
dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta
melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu,
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka
lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya
kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia
mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Mat 9:32-38), demikian
 kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:

·   "Berkeliling ke semua kota dan desa" hemat saya merupakan salah
satu keutamaan yang harus dihayati oleh para pemimpin, lebih-lebih
yang memiliki wilayah atau territorial yang luas, misalnya pastor
paroki/uskup, bupati/gubernur/presiden beserta para pembantunya. Untuk
apa melakukan hal itu? Tujuan utama tidak lain adalah mengenali suka
dan duka umat atau warga yang harus dilayani. Maka kepada para
pemimpin kami harapkan tidak hanya duduk di kantor di atas kursi empuk
dalam ruangan sejuk karena AC, dst.., melainkan 'turunlah' ke
'lapangan', dan tentu saja dengan kesederhanaan dan keterbukaan untuk
menyapa dan memberi perhatian langsung. Kami harap anda tidak percaya
begitu saja pada laporan bawahan atau pembantu yang sering hanya
melaporkan apa yang baik dan kurang memperhatikan yang kurang baik.
Jika sungguh melihat dan 'turun di lapangan' pasti akan melihat aneka
penyakit dan kelemahan yang harus segera ditanggapi, entah itu dalam
hal fisik atau spiritual, jasmani atau rohani. Yang bersifat fisik
atau jasmani kiranya lebih mudah diatasi, namun yang bersifat
spiritual atau rohani rasanya lebih sulit. Pada masa kini kiranya
cukup banyak orang yang menderita sakit spiritual atau kelemahan
spiritual, sehingga orang yang bersangkutan kurang bahagia dan damai,
merasa dirinya terancam terus-menerus atau mudah marah, mengeluh dan
menggerutu. Yesus mengajak dan mengingatkan kita semua untuk berdoa
mohon kepada Tuhan agar memanggil orang-orang muda menjadi pekerja di
'kebun anggurNya'. Maka pertama-tama marilah kita doakan
saudara-saudari kita yang sedang menderita sakit atau mengalami
kelemahan spiritual, kepada para orangtua atau pendidik/ guru kami
harapkan mendampingi anak-anak sedemikian rupa sehingga mereka
kemudian tergerak untuk menjadi pekerja-pekerja di 'kebun anggurNya',
alias tergerak menjadi imam, bruder atau suster maupun pribadi yang
memiliki kepekaan terhadap orang lain, terutama terhadap mereka yang
miskin dan berkekurangan.

·   "Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah
melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. Itulah
sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang
menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal
paha Yakub, pada otot pangkal pahanya." (Kej 32:31-32). Yang telah
'diambil' oleh Tuhan tidak boleh diminta kembali tanpa izin dari
Tuhan, itulah kiranya isi dari kutipan di atas ini. Kutipan di atas
ini kiranya juga dapat kita refleksikan sebagai bahan untuk menyinari
atau menjernihkan pembaktian diri kita kepada Tuhan maupun kepada
mereka yang kita kasihi. Apa yang telah kita baktikan hendaknya tidak
diambil kembali seenaknya tanpa seizin yang bersangkutan. Secara
khusus kami ingatkan kepada rekan-rekan suami-isteri maupun imam,
bruder dan suster, terkait dengan kenikmatan seksual yang
dianugerahkan oleh Tuhan alias kaul kemurnian. Kepada suami dan isteri
kami harapkan saling setia satu sama lain dan tak ada yang
berselingkuh demi mengikuti gairah atau keinginan pribadi. Kepada
rekan-rekan imam, bruder maupun suster kami harapkan setia dalam
penghayatan kaul kemurnian. Godaan atau rayuan untuk berselingkuh atau
memuaskan gairah atau nafsu seksual pada masa kini sungguh marak di
sana-sini, maka marilah kita hadapi semuanya itu bersama dan bersatu
dengan Tuhan. Hubungan seksual antar suami dan isteri kami harapkan
sebagai wahana untuk semakin menyatukan hati, jiwa dan akal budi alias
semakin setia menghayati janji perkawinan. Kepada kita semua marilah
kita tingkatkan hidup doa kita agar kita semakin setia kepada kehendak
dan perintah Tuhan.

"Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku;
berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu. Dari
pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa
yang benar. Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam,
dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan;
mulutku tidak terlanjur." (Mzm 17:1-3)

Ign 9 Juli 2013

0 komentar: